Minggu, 04 Januari 2015

Kaum gay di Amerika bakal diperbolehkan donor darah

Merdeka.com - Sejak 1983, Badan Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) rupanya melarang aktivitas donor darah dari homoseksual. Kaum gay dianggap rentan mengidap HIV/AIDS, sehingga darah mereka berisiko bila didonorkan.
Nyaris tiga dekade bertahan, FDA awal pekan ini menyatakan siap merevisi aturan diskriminatif tersebut. Itupun setelah tim pengacara dan pegiat kesetaraan hak gigih mendesak FDA.
"FDA akan menyusun aturan baru mengenai donor darah pada awal 2015. Naskah itu diharapkan bisa menjadi pedoman kerja baru lembaga ini," kata Komisioner FDA Margaret Hamburg seperti dilansir Haaretz, Rabu (24/12).
Kendati demikian, FDA tidak langsung meliberalkan upaya donor darah bagi penyuka sesama jenis. Wakil direktur Pusat Penelitian Biologi FDA Pater Marks mengatakan masih butuh waktu bagi pihaknya mengumpulkan data-data penunjang.
Intinya, agar lembaga tersebut yakin bahwa kebijakan itu tak akan menyebabkan peningkatan risiko HIV.
Jika gay diizinkan donor darah, kajian dari UCLA menyatakan Amerika Serikat akan memiliki pasokan 290 ribu liter darah saban tahun. Sedangkan bila kebijakan ini tak segera dilakukan pada 2015, maka darah yang tersedia maksimal 150 ribu liter per tahun.
Wacana mengizinkan gay donor darah sejauh ini masih ditentang oleh Asosiasi Medis Amerika. Kementerian Kesehatan AS pun merekomendasikan agar wacana itu diperiksa secara mendalam selama setahun. Homoseksual dianggap sangat rentan dengan HIV/AIDS.

34 Korban AirAsia Sudah Dievakuasi, Seluruhnya di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas terus bergerak mencari pesawat AirAsia yang mengalami kecelakaan di perairan Selat Karimata. Hingga hari kedelapan, proses pencarian mengalami perkembangan.

Tim SAR kembali berhasil mengevakuasi 4 jenazah penumpang AirAsia. 3 Jenazah itu ditemukan oleh kapal milik Jepang, sementara 1 jasad ditemukan oleh kapal Singapura. Total jenazah yang sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi berjumlah 34 jasad.

"34 Jenazah sudah ditemukan hari ini. Semuanya sudah dikirim ke Surabaya," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo saat jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Minggu (4/1/2015).

Saat ini, 9 dari 34 jenazah itu sudah diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara jenazah lainnya masih menjalani identifikasi di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur.
Kesembilan jenazah yang telah diserahkan kepada pihak keluarga adalah Wismoyo Ario Prambudi (24), Stevie Jie (10), Juanita Limantara (30), Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Khairunisa Haidar Fauzi, Kevin Alexander Soetjipto, Themeji Theja Kusuma, dan Hendra Gunawan Syawal. 

Soelistyo menyatakan proses pencarian AirAsia hari ini masih terkendala oleh cuaca buruk. Bahkan pihaknya terpaksa menarik pasukannya untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.

"Safety menjadi bagian penting. Pesawat Rusia sudah coba masuk ke daerah searchingkembali juga karena cuaca," kata Soelistyo.
Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu tinggal landas dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan register PK-AXC itu dipiloti Kapten Iriyanto dan kopilot Kapten Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.

Pesawat AirAsia QZ8501 berpenumpang 155 orang, terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan. (Ali/Ans)


POLISI MEMERAS WARGA RATAU

berawal dari kesalahan sepele. kejadian ini baru saja aku rasakan ( 5 januari 2015 ) yang bertepatan di kota padang. awalnya saya bertemu dia sebut saja namanya DODI di Lapangan Imam Bonjol Padang. pada pukul 16.00 WIB. saat itu saya tidak tahu bahwa dia adalah seorang oknum polisi. saya ajak bicara dan berkenalan . setelah itu Dodi mengajak saya untuk pergi keliling kota Padang dengan sepeda motornya. satu jam berlalu adu dan Pak Dodi berkeliling kota padang. tapi hasratku saebagai wanita tidak tahan melihan badan dia yang besar dan kekar. aku mulai memeluk dia dan ingin merasakan otot tubuhnya yang kekar. tapi setelah lama berlangsung. saya di ajak dia untuk pergi kesuatu tempat sebut saya di Jalan Sawahan Padang. lalu dia mengancam saya dengan tuduhan Pelecehan Seksual syang saya lakukan terhadap dia. memang disini saya salah . tetapi apakah tidak bisa diselesaikan secara damai ?. dia Malah Meminta uang kepada saya sebesar jutaan rupiah. saya tidak punya uang . lalu dia mengambil seluruh isi donpet saya dan uang saya . dia mengancam akan mempublikasikan ke media. ada seorang mahasiswa yang melakukan pelecehan seksual.

Senin, 29 Desember 2014

Beredar Kabar Air Asia QZ 8501 Mendarat Darurat di Belitung Timur

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO - Pesawat Air Asia bernomor penerbangan QZ 8501 yang dinyatakan hilang kontak dalam perjalanan Surabaya-Singapura Ahad (28/12) pagi, dikabarkan mendarat darurat di Belitung Timur. Berita tersebut diterima sejumlah keluarga penumpanhg melalaui BlackBerry Messenger (BBM).

Selain kabar melalui BBM, ada juga salah seorang kerabat penumpang yang mengaku mendapatkan informasi dari saudaranya di Australia. Ia menyampaikan, saudaranya di Australia melihat berita di televisi Australia bahwa pesawat terempas di laut dan korban sedang diselamatkan.

Beredarnya berita-berita tersebut tak pelak membuat keluarga penumpang Air Asia QZ 8501 yang menunggu di Bandara Juanda kalut. Antara senang dan bingung, sebagian dari mereka menyerbu petugas otoritas Bandara Juanda meminta kejelasan.

Berita-berita namun tersebut dengan tegas dibantah oleh GM Bandara Juanda Trikora Harjo. "Informasi tersebut tidak jelas sumbernya, kami belum mendapatkan laporan resmi," ujar Trikora kepada keluarga penumpang. 

Masih seperti informasi sebelumnya, Trikora menyampaikan, tim gabungan masih bekerja melacak keberadaan pesawat jenis Airbus A320. Menurut Trikora, pencarian dipusatkan di perairan antara Tanjung Pandan dan Pulau Belitung.